Nafisa ( merayakan kesedihan )

 IDENTITAS BUKU

Judul buku: Merayakan Kesedihan

Penulis buku: Lilpudu

Penerbit: PT Tekad Media Cakrawala (atau Tekad Media)

ISBN: 978-623-095-013-1

Tahun terbit: 2023

Jumlah halaman: 220 halaman 

Catatan Tambahan: Buku ini juga dikenal dengan subjudul “Laut Pasang 1994”.

SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

Novel ini menceritakan kisah pilu sebuah keluarga di Banyuwangi pada tahun 1994. Keluarga Bapak yang sederhana memiliki tujuh putra. Pada awalnya, Bapak digambarkan sebagai sosok yang keras dan menyesal karena tidak memberikan kasih sayang yang cukup kepada anak-anaknya, terutama Apta.

Tragedi mengerikan kemudian datang pada 2 Juni 1994, di mana banjir besar (laut pasang/gelombang tsunami) melanda dan menghancurkan hampir seluruh kota, termasuk rumah keluarga Purnomo. Peristiwa ini merenggut nyawa lima dari tujuh putranya. Bapak, bersama Mas Khalid dan Dewangga, adalah yang tersisa. Novel ini berfokus pada perjuangan mereka yang harus bertahan hidup dan melewati hari-hari setelah kehilangan besar itu. Inti ceritanya adalah bagaimana mereka, terutama Bapak, harus belajar untuk ‘merayakan kesedihan’ dan menemukan kembali makna ikhlas, kasih sayang, dan persaudaraan di tengah luka dan penyesalan yang mendalam, terutama karena jasad Apta belum ditemukan.

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUK

Emosi yang Kuat

Cerita novel ini sangat berhasil menguras perasaan dan emosi pembaca, membuat seolah-olah pembaca ikut merasakan duka dan perjuangan para tokoh.

Pesan Moral yang Mendalam

Mengajarkan banyak pelajaran hidup, terutama tentang pentingnya kasih sayang persaudaraan, keikhlasan dalam menerima takdir, dan menghadapi penyesalan.

Karakterisasi Cerdas

 Penulis dinilai berhasil membangun penokohan yang kuat dan pengembangan karakter (terutama perubahan sifat Bapak dari keras menjadi lebih baik).

Cover yang Menarik

 Desain sampul buku dianggap sangat menggambarkan isi novel, yaitu tiga sosok yang bertahan hidup di atas atap, melambangkan Bapak, Khalid, dan Dewangga.

Gaya Bahasa

 Gaya penulisan yang digunakan sederhana dan mudah dipahami

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

Alur Campuran yang Membingungkan

Bagi pembaca yang belum terbiasa dengan alur maju-mundur, transisi alur di beberapa bagian dinilai kurang mulus dan dapat membuat pembaca harus membaca ulang untuk memahami kesinambungan cerita.

Terdapat Kesalahan Pengetikan:

 Masih ditemukan beberapa kesalahan pengetikan (typo) dalam naskah.

Beberapa Bagian Terasa Membosankan:

 Terdapat bagian-bagian tertentu dalam alur cerita yang membuat pembaca merasa sedikit bosan.

KESIMPULAN

Merayakan Kesedihan: Laut Pasang 1994 adalah sebuah novel yang sangat direkomendasikan karena berhasil menyuguhkan kisah duka yang mendalam tentang kehilangan dan penyesalan, namun pada saat yang sama mengajarkan pentingnya keikhlasan, ketahanan jiwa, dan kasih sayang persaudaraan. Meskipun penggunaan alur campuran (maju-mundur) terkadang dapat membingungkan pembaca, kekuatan emosi, karakterisasi yang kuat, dan pesan moral yang menyentuh menjadikannya bacaan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin merenungkan arti sebuah kehilangan dan bagaimana cara untuk tetap bangkit setelahnya.

RESENSATOR

: Nafissa Almira Igo

KELAS : XI.1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Raisya ( Twenty-Four Eyes)

Maurine ( Cantik Itu Luka)