Annisa kahirani ( pelangi dan hujan )

 ๐“Ÿ๐“ฎ๐“ต๐“ช๐“ท๐“ฐ๐“ฒ ๐““๐“ช๐“ท ๐“—๐“พ๐“ณ๐“ช๐“ท





IDENTITAS BUKU


Judul Buku : Pelangi dan Hujan 

Pengarang : Orina Fazrina 

Penerbit : Grasindo (PT Grasindo)

Tahun Terbit : 2019

Kota Terbit : -

Jumlah Halaman : 152 Halaman 

ISBN : 6020521915, 9786020521916


PENDAHULUAN

Buku ini ditulis oleh Orina Fazrina, yang bertekad untuk membuat para pembaca belajar bahwa kita tidak dapat menilai sesuatu secara cepat dan mudah menyimpulkan suatu hal yang belum tentu benar adanya. Buku ini juga mengangkat realita sosial tentang penyakit HIV, bahwa semua penderita HIV dianggap kotor, dapat menularkan, hingga seperti sangat buruk imagenya di mata masyarakat. Kehidupan pada novel ini digambarkan bagai pelangi dan hujan, dimana ada hujan yang memberikan suatu kesedihan, kehampaan, rasa dingin. Namun, akan berubah menjadi pelangi yang indah, memberikan kebahagiaan dan kehangatan.


ISI RESENSI

Novel ini menceritakan kisah Leo Pradinanta (Leo), pemuda yang lembut dan penuh perhatian, serta Ana Devina (Ana), gadis yang hidup dalam kesendirian dan rasa bersalah karena masa lalunya yang kelam.


Sejak pertama bertemu, Leo tertarik pada Ana bukan karena kecantikannya, tetapi karena sorot mata sendu dan kesedihan yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia merasa Ana seperti hujan — dingin, tenang, tapi membawa kesan mendalam.


Ana hidup dengan beban berat. Ia sering dipanggil “anak haram” karena lahir dari hubungan di luar pernikahan. Orang-orang di sekitarnya memandang rendah dirinya, bahkan keluarganya sendiri membuatnya merasa tidak layak dicintai.

Ana tumbuh dengan rasa takut akan penerimaan dan cinta, sehingga menutup diri dari siapa pun.


Namun Leo berbeda. Ia tidak memandang Ana dari masa lalunya. Ia ingin membuat Ana merasa berarti dan dicintai. Leo terus berusaha mendekati Ana, menemani dan memberikan semangat di saat Ana ingin menyerah.


Seiring waktu, hubungan mereka semakin dekat. Ana mulai membuka diri dan menikmati kebersamaan itu. Leo berhasil menjadi “pelangi” bagi Ana — warna yang muncul setelah hujan panjang dalam hidupnya.


Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Ana mengidap penyakit HIV/AIDS akibat peristiwa tragis di masa lalu yang bukan kesalahannya. Saat mengetahui penyakitnya, Ana merasa hidupnya berakhir. Ia tidak ingin membuat Leo menderita, sehingga ia memilih pergi diam-diam, meninggalkan Leo dengan pesan penuh makna.


Leo yang kehilangan Ana merasa hancur, tetapi ia tidak menyesal. Ia belajar bahwa cinta sejati tidak selalu harus memiliki, melainkan tentang ketulusan dan keberanian mencintai tanpa pamrih.

Novel ditutup dengan Leo yang memandang pelangi setelah hujan—sebuah simbol bahwa meskipun Ana telah tiada, cinta dan kenangannya akan selalu hidup di hatinya.



Analisis dan Ulasan

Kelebihan dari buku ini adalah cerita yang ’fresh’ dengan plot twist yang menurut saya tidak pasaran, karena beberapa buku dengan alur cerita yang sama, tidak memberikan plot twist yang menurut saya cukup mind blowing, sehingga buku ini perlu dibaca setidaknya sekali seumur hidup.

Kekurangan dari buku ini adalah penggambaran karakter dari para tokoh dan bagaimana background mereka, itu masih sangat minim. Terkadang perlu menerka terlebih dahulu dan perlu membayangkan dahulu bagaimana suatu kejadian yang menyangkut tentang tokoh. Untuk yang terakhir adalah terdapat tokoh yang menurut saya karakternya cukup menyebalkan, dan saya cukup tidak suka dengan karakter menyebalkan yang dimiliki tokoh.


Kutipan Penting

“Ana disebut ‘anak haram’ karena lahir dari hubungan diluar pernikahan”

“Ana merasa hidupnya tidak pantas untuk siapapun" 

" Sorot mata sendu dan kesediaan yang disembunyikan di balik senyumnya”



PENUTUP

Novel pelangi dan hujan sangat menggiurkan bagaimana kehidupan percintaan dan kehidupan sosial di masyarakat, sehingga sangat cocok dibaca oleh anak SMA, guru, dan kalangan lain dengan usia diatas 12 tahun. Buku ini memberikan kesan sedih nan menyentuh, sehingga pembaca akan merasakan bagaimana kisah dari para tokoh.


IDENTITAS PERESENSI

Nama                              : Annisa Khaerani 

Kelas                               : 11.1

Nama Sekolah                 : SMA Martia Bhakti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nafisa ( merayakan kesedihan )

Raisya ( Twenty-Four Eyes)

Maurine ( Cantik Itu Luka)