Huamairah ( A+)
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : A+
Pengarang : Ananda Putri
Penerbit : Loveable & Romancious
Tahun Terbit : 2021
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Jumlah Halaman : 396
ISBN : 9786233100434
PENDAHULUAN
Novel berjudul 'A+' ini merupakan novel teenfiction yang ditulis oleh mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi, yang berdomisili di Kota Malang bernama Ananda Putri. Perempuan kelahiran Jakarta, 22 Mei 2002 ini ternyata sudah jatuh cinta pada dunia tulis-menulis sejak kecil yang menjadi salah satu alasannya, juga dia menyukai komik Detectiv Conan dan buku tentang petualangan lainnya.
Buku 'A+' adalah novel pertamanya, cetakan pertama pada Desember 2021 dengan 5 kali cetakan, tidak berhenti di novel ini Putri juga menulis 3 karya lain yang sedikit berbeda dari novel sebelumnya, tapi salah satunya berisi karya puisi. Bergenre ambisius, ranking, sekolah, remaja.
ISI RESENSI
Ringkasan Isi Buku
Seperti yang pernah dikatakan William Shakespeare, ekspektasi adalah akar dari sakit hati. Dalam ceritanya, ekspektasi, harapan, dan impian adalah hal paling mendasar yang bisa melukai hati manusia.
A+ adalah kisah tentang lima orang genius sekolah menengah yang mencoba menentang kebijakan sekolah tentang sistem peringkat paralel setelah kehilangan salah satu temannya karena kekejaman sistem. Cerita dimulai dengan persaingan sengit antara empat remaja yaitu Re Dirgantara, Adinda Aletheia, Kenan Aditya, dan Aurora Calista untuk mendapatkan peringkat pertama, namun kedatangan seorang siswa baru yaitu Kalypso Dirgantari yang langsung mengambil tempat nomor satu dalam try out mengguncang seantero sekolah.
Persaingan menjadi tidak sehat karena mereka semua merasa terancam dan tidak mau menyerah pada impian, tuntutan dari keluarga dan lingkungannya. Orang tua yang toxic, ambisi yang dipaksakan, keegoisan, faktor ekonomi, bahkan kesehatan mental menjadi tantangan yang harus mereka hadapi untuk mempertahankan predikat "Mahasiswa Berprestasi Indonesia" dengan harapan bisa memilih jalan sendiri setelah lulus. Mereka menerapkan berbagai strategi bersaing hingga mengetahui salah satu siswa meninggal akibat sistem mematikan tersebut, dan pihak sekolah menutupinya untuk melindungi reputasi sekolah. Dibantu oleh kemunculan mantan Presiden Ikatan Alumni, Bramantyo Sadewa, lima siswa superior yang tadinya bermusuhan kini sama-sama bertekad menyusun pemberontakan untuk melawan sistem sekolah.
Analisis dan Ulasan
KELEBIHAN
Tema yang relevan bagi remaja Novel ini mengangkat persoalan yang dekat dengan pengalaman banyak pelajar persaingan akademik, tekanan orang tua/lingkungan, ekspektasi tinggi, serta konflik identitas. Hal ini membuat pembaca remaja bisa "terhubung" secara emosional.
Karakter yang beragam dan berkembang: Lima tokoh utama memiliki latar belakang, motivasi, dan konflik internal yang berbeda-beda. Mulai dari siswa jenius tapi berandalan, hingga murid pindahan yang menantang sistem. Ini memberi dimensi pada cerita dan memungkinkan pembaca memilih "tokoh" yang bisa mereka kenali. Contohnya: Kai yang baru, Re yang merasa terancam statusnya, Adinda yang berontak.
Bahasa yang ringan dan cocok untuk segmen remaja:Gaya bercerita menggunakan Bahasa Indonesia baku, namun diselingi dengan percakapan sehari-hari, bahasa gaul ringan, sehingga tidak terasa kaku. Membantu pembaca mudah mengikuti alur.
Kritik sosial yang terselip :Selain cerita persaingan sekolah, novel ini juga menyentuh sistem pendidikan (ranking paralel, biaya sekolah, beban mental siswa) yang dianggap tidak sehat. Sebuah poin yang cukup jarang diangkat dalam novel remaja ringan.
KEKURANGAN
Alur yang kadangkala mudah ditebak :Beberapa resensi menyebut bahwa bagian-bagian konflik atau penyelesaian sudah dapat diprediksi sehingga unsur kejutan agak berkurang.
Penggambaran ekstrem/berlebihan pada beberapa karakter atau aksi: Karena masuk ke ranah remaja dengan "pertarungan" besar, beberapa konflik terasa dramatis dan agak berlebihan untuk realitas sekolah kebanyakan-ini bisa membuat pembaca merasa "terlalu dibuat" dibanding dengan yang mereka alami sehari-hari.
Kutipan Penting
"Kesempurnaan dan ketidaksempurnaan itu di saat yang sama, adalah apa yang memanusiakan manusia. Jadi alih-alih menjadi sempurna, kenapa tidak mencoba untuk menjadi manusia?"
Kita sering kali berpikir jika menjadi sempurna adalah satu-satunya cara agar dapat diterima dan bahagia, padahal bahagia aslinya adalah ketika kita berani mengakui diri sendiri dan ketidaksempurnaan kita. Hal terbaik yang bisa diri kita lakukan adalah berusaha cukup dan melakukan sesuatu tanpa melewati batas kemampuan diri, karena sejatinya, jadi yang terbaik versi diri kita masing-masing itu lebih penting dibandingkan jadi sempurna untuk orang lain.
PENUTUP
Buku "A+" karya Ananda Putri menceritakan tentang sekelompok siswa jenius yang bersatu untuk melawan sistem peringkat sekolah yang tidak adil, yang ternyata menutupi kejahatan kepala sekolah yang melakukan eksperimen ilegal. Secara keseluruhan, novel ini menyajikan tema persahabatan, keadilan, perjuangan melawan ketidakadilan, dan keberanian anak muda untuk menghadapi masalah dalam sistem pendidikan yang korup.
IDENTITAS PERESENSI
NAMA PRESENSI : Humaira Khansa Aurelia
KELAS : XI.1
ASAL SEKOLAH : SMA MARTIA BAKHTI
Komentar
Posting Komentar